Balikpapan, 20 Mei 2026 – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur berhasil menuntaskan operasi senyap besar-besaran yang membongkar jaringan peredaran narkotika dan zat psikotropika lintas wilayah. Dalam penggerebekan yang berlangsung rahasia, petugas mengamankan barang bukti luar biasa: 92 kilogram sabu dan 1.000 unit kartrid vape berisi cairan etomidate, lengkap dengan kendaraan pengangkut dan alat komunikasi, serta mengamankan empat orang tersangka.
Operasi ini dirancang setelah petugas mengumpulkan informasi mendalam selama berbulan-bulan, mengawasi pergerakan kelompok yang diduga menguasai jalur distribusi dari luar Kalimantan hingga menyebar ke berbagai daerah di Kaltim. Gerakan tersangka yang berhati-hati dan selalu berganti rute membuat tim BNN harus melakukan pemantauan ketat dan strategi penyergapan yang presisi.
Saat penangkapan dilakukan, petugas menemukan lima koper besar berisi 90 bungkus terbungkus rapi, yang setelah ditimbang memiliki berat bruto sekitar 92 kilogram sabu. Tak hanya itu, ditemukan pula ribuan kartrid vape yang isinya mengandung etomidate — zat anestesi medis yang kini marak disalahgunakan sebagai zat adiktif, memberikan efek tenang dan menidurkan, namun sangat berbahaya jika dikonsumsi sembarangan. Selain barang bukti utama, disita pula dua unit kendaraan (Toyota Fortuner dan Daihatsu Xenia), 12 alat komunikasi, dan sejumlah uang tunai hasil penjualan.
Deputi Pemberantasan BNN RI, Roy Hardi Siahaan, menyatakan jaringan ini beroperasi dengan modus mengirimkan barang melalui jalur darat dan antarpulau, dengan pengawalan ketat. Kelompok ini terhubung dengan DPO bernama F yang jaringannya menyebar hingga ke Sulawesi, Bali, dan Jawa. “Ini jaringan besar yang berbahaya, pasokan mereka sangat banyak dan sasaran penyebarannya sangat luas,” ujarnya.
Keempat tersangka berinisial IPK, RA, RR, dan MA kini telah ditahan dan diperiksa. Mereka dijerat pasal berlapis UU Narkotika dengan ancaman hukuman berat. Pihak BNN mengingatkan bahwa etomidate meski awalnya obat medis, kini masuk daftar pengawasan ketat karena marak disalahgunakan lewat vape, dan berdampak rusak pada saraf serta organ tubuh, bahkan berisiko kematian jika dosis berlebihan .
Kepala BNN Kaltim menegaskan operasi ini bukti komitmen memberantas peredaran gelap, dan mengimbau masyarakat melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Penyelidikan masih berlanjut untuk melacak jejak pemasok utama dan jaringan yang lebih luas.
