SAMARINDA - Aparat kepolisian akhirnya berhasil mengamankan sosok kunci pengendali jaringan narkoba yang menjadikan kawasan Gang Langgar, Samarinda Seberang, sebagai basis operasi selama bertahun-tahun. Ia adalah Firnandes alias Nando, yang berperan sebagai bandar utama sekaligus otak di balik aktivitas peredaran gelap yang sangat terorganisir dan dijaga ketat oleh puluhan pengawas khusus, atau yang mereka sebut sebagai "sniper" .
Penangkapan dilakukan Jumat, 15 Mei 2026 pagi, di salah satu hotel berbintang di kawasan pusat kota Samarinda. Saat disergap tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Nando sedang berada di dalam kamar tipe suite bersama seorang wanita berinisial WA, yang diketahui sebagai kekasihnya, dan tengah menikmati waktu istirahat atau staycation jauh dari lokasi operasi hariannya .
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan puncak dari penyelidikan mendalam yang berlangsung berminggu-minggu. Polisi mendeteksi pola gerak-gerik tersangka dan mengikuti pergerakannya hingga ke hotel tersebut, memastikan penangkapan berjalan aman tanpa perlawanan maupun keributan .
"Dia adalah pengendali utama lapak di Gang Langgar. Segala transaksi, pembagian tugas, hingga sistem pengamanan berlapis yang ada di sana berada di bawah kendalinya. Kami tangkap dia saat sedang bersantai di hotel, jauh dari kampung yang biasa ia kendalikan," ujar Brigjen Eko dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026) .
Dari lokasi penangkapan, petugas menyita dua unit telepon seluler yang diduga berisi bukti komunikasi jaringan, serta uang tunai sebesar Rp10 juta. Penyelidikan kemudian dilanjutkan ke kediaman tersangka di kawasan Gang Langgar, di mana petugas kembali menemukan barang bukti tambahan berupa perangkat komputer, drone, dan peralatan elektronik lain yang diduga digunakan untuk memantau lingkungan serta mengatur operasi jaringan tersebut .
Jaringan yang dikendalikan Nando diketahui telah beroperasi selama empat tahun, dengan sistem pengamanan yang sangat canggih. Ada puluhan orang yang bertugas mengawasi setiap sudut gang, berkomunikasi lewat radio genggam, dan memberikan kode khusus jika ada orang asing atau aparat yang mendekat. Polisi mencatat jumlah pengawas bisa mencapai 31 orang pada malam hari, demi menjaga keamanan transaksi barang haram jenis sabu yang menjadi komoditas utama mereka .
Selain Nando, dalam operasi serentak ini polisi juga mengamankan belasan orang lain yang berperan sebagai kurir, penjual, hingga pengawas. Keseluruhan tersangka kini telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum, sementara penyidikan masih berlanjut guna mengungkap keterlibatan pihak lain yang lebih tinggi dalam rantai pasokan narkoba ini .
Dengan diamannya sosok kunci ini, polisi berharap aktivitas peredaran narkoba di kawasan yang selama ini dikenal sebagai "kampung narkoba" tersebut dapat lumpuh total dan tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat Samarinda.
